Monday, November 10, 2008

Aku Mencintaimu dan Mendukungmu

Dipetik dari blog Ummu Wafa
http://istisyhad.blogspot.com/

Oleh: Dra. Anis Byarwati, MSi.Ekspresi cinta bisa bermacam-macam. Bagaimana dengan ekspresi cinta pasangan aktifis dakwah? Menjadi aktifis, saya rasa tidak berarti kehilangan ekspresi dalam mencintai pasangan. Bahkan menurut saya, ekspresi cinta pasangan aktifis dakwah itu unik, karena juga harus punya pengaruh positif untuk dakwah. Lho, kok bisa begitu? Apa hubungannya ekspresi kita dalam mencintai pasangan dengan dakwah?Berbicara soal cinta mencintai, saya terkesan dengan filosofi cinta yang dimiliki ibu saya. Filosofi beliau ini saya 'tangkap' secara tak sengaja ketika beliau sedang 'menceramahi' adik bungsu saya yang laki-laki yang sedang kasmaran. Cerita sedikit, begini kira-kira sebagian kecil isi ceramah ibu saya..'Kalau kamu mencintai seseorang malah membuat kamu jadi malas belajar, malas kuliah, malas ngapa-ngapain, membuat kamu malah jadi mundur kebelakang, itu cinta yang nggak benar..Jadi begitu rupanya. Saya mencoba merenungi kata-kata itu lebih dalam. Saya merasakan ada kebenaran dari 'ceramah' ibu saya itu. Mencintai seseorang tidak boleh membuat kita menjadi mundur ke belakang. Sebaliknya, mencintai seseorang harus membuat kita lebih produktif, lebih berenergi, lebih punya vitalitas. Singkatnya, mencintai seseorang harus membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya!Lalu secara reflek saya mengaitkan itu dengan kehidupan cinta antara pasangan aktifis dakwah. Antara Ummahat al-Mukminin dengan Rasul Yang Mulia, antara para shahabiyat dengan suami mereka. Lihatlah ekspresi cinta Fathimah putri Rasulullah terhadap Ali bin Abi Thalib, Asma' binti Abi Bakar terhadap Zubair bin Awwam, Ummu Sulaim terhadap Abu Thalhah, juga ekspresi cinta Khansa’, Nusaibah, dan para aktifis dakwah zaman ini. Mencintai suami tidak membuat mereka menjadi lemah atau mundur ke belakang. Mencintai suami juga tidak membuat mereka menjadi tak berdaya atau tak mandiri. Justru yang kita saksikan dalam sejarah, mencintai membuat mereka menjadi semakin kokoh, lebih produktif dan kontributif dalam beramal, lebih matang dan bijaksana dalam berperilaku. Dengan kata lain, mereka menjadi semakin 'berkembang' dan 'bersinar' setelah menikah!Betapa indahnya jika ekspresi cinta kita kepada suami membawa dampak seperti itu! Betapa indahnya jika ekspresi kita dalam mencintai suami memberi pengaruh posititif pada kehidupan kita, baik sebagai pribadi maupun sebagai aktifis dakwah.Menurut saya, mencintai suami tidak berarti 'kehilangan' diri kita sendiri. Tidak juga berarti kehilangan privacy, tidak membuat kita merasa ‘terhambat’, 'terbelenggu', atau 'tak berdaya'. Kita bisa mencintai suami kita sambil tetap memiliki kepribadian kita sendiri, tetap memiliki privacy. Tentu saja semuanya dalam batas tertentu dan tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan syari'at Allah.Bahkan yang lebih dahsyat adalah, jika cinta kita kepada suami memiliki 'kekuatan' yang menggerakkan dan memotivasi. Lalu cinta itu mampu membuat kita 'berkembang', menjadikan kita semakin energik, produktif dan kontributif! Dengan begitu, pernikahan membawa keberkahan tersendiri bagi dakwah. Karena, dakwah mendapatkan ‘'ekuatan dan darah baru' dari pernikahan para aktifisnya.Apakah hal itu terlalu idealis? Karena kenyataan kadang berkata sebaliknya. Berapa banyak perempuan kita yang setelah menikah merasa dirinya tidak berkembang? Atau merasa hilang potensinya? Saya tidak ingin mengatakan kondisi 'tenggelamnya' perempuan setelah menikah sebagai sebuah fenomena, meski kondisi seperti ini sering saya jumpai di Jakarta dan juga ketika saya berkunjung ke daerah-daerah.Saya tak ingin membahas kenapa itu terjadi, apalagi mencari 'kambing hitam' segala. Tetapi kita patut merenungkan kata-kata Imam Syahid Hassan Al-Banna ketika berbicara tentang pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Saya kutipkan kata-kata beliau ini yang terdapat dalam buku Hadits Tsulasa, halaman 629..Kehidupan rumah tangga adalah 'hayatul amal'. Ia diwarnai oleh beban-beban dan kewajiban. Landasan kehidupan rumah tangga bukan semata kesenangan dan romantika, melainkan tolong- menolong dalam memikul beban kehidupan dan beban dakwah..'Rumah tangga merupakan lahan amal. Rumah tangga juga menjadi markaz dakwah. Perjalanan kehidupan rumah tangga para aktifis dakwah bukan hanya dipenuhi romantika semata, tetapi juga diwarnai oleh dinamika semangat beribadah, beramal dan berdakwah. Sebuah perjalanan rumah tangga yang bernuansa ta'awun dalam memikul beban hidup dan beban dakwah. Subhanallah!Saya memberikan apresiasi kepada para perempuan yang setelah menikah justru semakin 'bersinar', kokoh, matang, bijaksana, energik, produktif dan kontributif dalam beramal, sambil menjaga keseimbangan dalam menunaikan tugas sebagai istri dan ibu. Saya percaya, untuk bisa mendapatkan semua kondisi itu ada proses panjang, kerja keras dan pengorbanan yang tidak kecil. Barakallahu fiiki.Lalu untuk perempuan yang masih merasa 'terhambat, terbelenggu dan tidak berkembang' setelah menikah, saya ingin memberi apresiasi secara khusus. Berusahalah untuk menghilangkan perasaan terhambat, terbelenggu atau tidak berkembang itu. Ya, sebab membiarkan perasaan-perasaan semacam itu menguasai diri kita, sama saja dengan 'menggali kuburan sendiri'. Bukankah lebih baik jika kita tetap berpikir jernih dan positif? Lalu mencari bentuk kontribusi yang paling memungkinkan yang bisa kita berikan untuk dakwah. Bisakah kita tetap berhusnuzhon, selama kita ikhlas menjalani hidup kita, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita? Bisakah kita tetap yakin, bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh gelar, jabatan, posisi, kedudukan, ketokohan dan kondisi fisik lainnya?!'Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertakwa diantara kamu' (QS al-Hujurat:13).Jadi, tetaplah tegar dan sedapat mungkin beramal sesuai kemampuan dan kesanggupan, karena kita tidak dituntut untuk beramal diluar kemampuan dan kesanggupan kita. Barakallahu fiiki!

Sunday, November 09, 2008

The clock is ticking

Huhu I'm running out of time. Now I can understand how an ukhti felt when she was for her flight returning home, for good. "Kak, x sempat nak tidor semua rumah, x sempat lagi nak buat banyak benda," Huhu now I feel the same. Too many stuff that I wish I could have done them before. My akhawat, my adik2 huhu I wish we could have more time spent together.

6 years. 6 years of memories, of ukhuwwah, tarbiyyah, dakwah and mehnah. I have learnt a lot but of course this is just the end of the beginning.

Now let us all be prepared, to open the new chapter. Those who will be continuing dakwah in oz n nz, may Allah strengthen you in your struggle to continue to preach and to create rijal-s.

For those who are going home, let us support each other in our struggle to adapt to the new-and-lot-more-to-learn environment :).

And for myself, I need your prayers (lots) to witness my second mitsaqan ghaliza (after the one that I tied with Allah). Please pray that Allah will Showers His sakeenah, mawaddah wa rahmah to this sacred bond to be tied soon. may Allah rewards you better iAllah :)...

Sunday, November 02, 2008

Adikku sayang ;)

Tgh carik2 esei dalam komputer terjumpa pulak cerpen lama hehe..

Aku bergegas ke dapur, ku kira telah agak lewat untuk menyediakan bekalku hari ini. Tapi tak mengapa, inshaAllah skill ku untuk memasak dgn pantas akan berjaya memintas masa. Alhamdulillah, skill kurniaan Allah pada kaum Hawa, fikirku sambil tersenyum. Tangan ku pantas memotong bawang, sedikit lobak n broccoli. Dua peket perencah nasi goreng Adabi sempat ku gapai dari dalam almari tadi, bekalan ibu dari Malaysia. Setelah minyak di kuali cukup panas, ku tumis segalanya, semerbak harum bau yg menusuk hidungku. Alhamdulillah, satu lagi nikmat hidu kurniaan Allah. Mana tidaknya, waktu selsema mana mungkin menikmati nikmat ini, ku tersenyum seorang diri lagi. Siap, Alhamdulillah..

* * *

“Assalamulaikum Sumayyah,”
“Waalaikumsalam wrh wbt, kak Salbiah ye?”
“Iye, akak ni, Sumayyah free tak petang ni?”
“Free inshaAllah, kenapa kak?”
“Nak teman akak ke lake tak petang ni? Akak ada roti yang dah expired ni, boleh kita beri makan itik,”
“Ok je, inshaAllah, jumpa nanti ye,”
“Ok inshaAllah lepas asar ye, Wassalamualaikum wrh wbt,”

* * *

Kami beriringan menyusuri jogging track menuju ke arah tepi kolam. Gurau tawa kami kukira bergema memeranjatkan itik-itik yang barangkali sedang khusyuk berzikir mengingati Allah SWT. Kehadiran kami nyata disedari ciptaan Allah dari spesies burung tersebut. Pelbagai gaya acrobatic yang dipamerkan, semuanya bergegas terbang n berenang ke arah kami, kerna yakin rezeki Allah pada mereka Allah salurkan melalui kami. Sekali lagi kami riuh memerhati telatah mereka yang bisa menghiburkan hati sesiapa yang gundah gulana. Kepingan roti itu kami siat-siat menjadi kepingan kecil. Dengan kudrat yang ada, kami melemparnya ke tengah kolam, itik-itik pantas menyudu dengan paruhnya, tidak kira yang kecil mahupon yang besar. Kami memerhati yang kurang mendapat peluang lalu kami alihkan perhatian yang lain agar yg agak ketinggalan peluang menyudu dapat merasa sesisip rezeki.


“Comelkan itik-itik ni,” kataku sambil melemparkan pandangan ke seberang sana, berkira-kira jika ada akhawat lain yang keluar menghirup angin petang juga. “Aah, comel sangat, akak ni fikir apa tuh,” Sumayyah menyiku ku. “ Eh, tak ada apa-apa lah, akak cuma nak tengok-tengok kalau ada kawan-kawan kita yang jalan-jalan juga,” Kami berbalas senyuman, dan terus memerhati ke arah itik-itik yang telah mula beransur berenang ke arah tengah kolam. Barangkali ingin meneruskan zikrullahnya setelah mendapat sedikit rezeki, tanda syukur pada yang Maha Esa.

“Sumayyah, jom kita duduk di sana,” ku tuding jariku ke arah bangku yang kumaksudkan. “Jom,” Sumayyah menyambut tanganku. Kami duduk seraya berpeluk tubuh kerana angin sepoi-sepoi bahasa di petang musim sejuk ini terasa amat dingin. Ku perhatikan Sumayyah seketika, teringat saat awal pertemuan kami, tika Sumayyah bergelar pelajar baru, freshie di universiti kami, manakala aku pula dalam tahun empat pengajianku. Sumayyah antara pelajar yang cerdik dan berani. Diskusi kami di surau seringkali mendapat perhatiannya. Buah fikiran nya dalam menilai isu yang melanda umat Islam masa kini amat matang. Jauh di sudut hati, ku lihat sinar baru, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang mengatur pertemuan ini.

“Sumayyah apa khabar?” soalan biasa yang ku gunakan untuk memulakan perbualan, kekeringan modal ku kira. Dalam hatiku berdoa, malah telah dua tiga hari ku berdoa moga Allah memudahkan lidahku untuk menyusun kata-kata.

“Alhamdulillah, Sumayyah sihat-sihat saja, kak Salbiah pula macam mana? Sumayyah tengok akak sibuk aje minggu ni, banyak assignment ye?” tanya Sumayyah sambil mengerutkan dahinya. Mungkin concern dengan keadaan ku yang agak kalut minggu ini. Aku tertawa kerana tak ku sangka ada insan yang memerhati kekalutan ku. “Oh, memang ye, akak ade assignment yang kene submit semalam, so memang akak agak kalam kabut juga minggu lepas, tapi Alhamdulillah, semuanya dah selesai,” jawab ku sambil merangkul bahu Sumayyah, tanda ku hargai kepekaannya.

“Akak ada apa-apa perkara nak beritahu Sumayyah ke,” teka Sumayyah. Hatiku berdegup kencang, tidak tahu dari mana hendak ku mulakan.

“Ade..” aku terdiam seketika lagi. “Ya Allah, bantulah aku..”nurani ku berbisik mengharap pertolongan Ilahi yg ku yakini amat dekat denganku.

“Sumayyah ada hendak ke mana-mana hujung minggu ni?” akhirnya terlonjak juga butir-butir perkataan itu dari mulutku.

“Erm, Sumayyah ingat nak practice squash, dah lama betul Sumayyah tak main squash, dulu Sumayyah aktif juga kak, Sumayyah main sampai ke peringkat negeri,” ujar Sumayyah bersungguh.

“Oh iyer.. hebat juga Sumayyah ye,” pujiku ikhlas sambil tersenyum, tapi tidak lama senyumanku pudar. Masih ada perkara yang lebih penting perlu ku sampaikan.

“Sumayyah, sebenarnya, akak ada perkara nak dibincangkan dengan Sumayyah..”

Sumayyah mengerutkan dahinya lagi.

“Tentang Squash Tournament tuh.. Sumayyah memang benar-benar ingin turut serta..?” ujar ku perlahan, cuba menyoroti anak matanya.

Sumayyah diam. Aku juga terdiam. Aku menantikan jawapan Sumayyah. Saat yang cuma beberapa ketika itu ku rasakan amat lama.

Sumayyah menghela nafas panjang..

* * *

Sudah tiga hari tidak ku lihat Sumayyah di surau. Yang lain juga turut tertanya-tanya ke mana Sumayyah. Sejak pertemuan kami tempoh hari, Sumayyah ku lihat seperti menjauhkan diri dariku. Jika bertemu di jalanan pun, ditundukkan pandangannya, dilarikan anak matanya. Hatiku serba tak kena..

“Kak Salbiah…” panggil Auni.
“Saya ada perkara nak beritahu akak ni, tentang Sumayyah kak…”
“Kenapa Auni..?”
“Saya ade berbual dgn Sumayyah hari tu. Saya nampak Sumayyah lain macam aje kebelakangan ini. Bila ditanya kenapa.. dia diam aje.. tapi saya tunggukan juga, akhirnya barulah Sumayyah mahu bercerita..” Jelas Auni panjang lebar.
“Sumayyah berkecil hati dengan akak, katanya akak tak memahami dia.. tapi saya faham akak dah laksanakan tanggungjawab akak dengan baik.. tak apalah kak, adik-adik ni masih perlu dilentur.. inshaAllah kita cuba pujuk balik Sumayyah nanti ya,”

Rupa-rupanya Sumayyah berkecil hati dengan teguranku tempoh hari, berkenaan squash tournament itu.

Hatiku bungkam. Janganlah disebabkanku, Sumayyah menjauhkan diri.. Tidak, tidak ada ruang walau untuk kehilangan seorang akhawat. Aku mula resah dan gelisah. Aku mula menyalahkan diriku.. Tidak!!! Syaitan telah mula mencucuk-cucuk titik kelemahan seorang manusia.. Syaitan itu cuba menanamkan rasa was-was dengan al-Haq yang cuba ditegakkan. Teguhlah wahai diri.. sedangkan Rasulullah dilempar dengan batu sewaktu berdakwah ke Thoif, dicaci dan dihina kaum musyrik Mekah, perjalanan nya ditaburi duri dan najis oleh seorang perempuan Yahudi.. betapa hebat tentangan yg dihadapi Rasulullah, betapa besar perjuangan Rasulullah menghadapi semua itu untuk bersaksikan kebenaran ke atas sekalian manusia.. apalah jika dibandingkan dengan dugaan yg sekelumit ini, tabahlah wahai hati..

Duhai ukhti, andai kau dapat baca apa yang tersurat di hati dan fikiranku, ketahuilah aku inginkan segala yang terbaik untuk Islam, untuk umat ini, juga untuk dirimu sendiri.. mana mungkin aku biarkan kau terjerumus ke dalam kegelapan yang pernah aku tempuh suatu masa dahulu.. tidak bisa kubiarkan kau tenggelam dalam keadaan dunia yang bercampur baur antara yang haq dan yang batil itu, kerana Allah telah mengangkat makhlukNya tinggi dengan Al Quran.. ku hidangkan satu anologi yang kuambil dari buku Pelembut Hati.. ibarat seekor kupu-kupu yang terbang di atas sebuah kolam.. alangkah girang hatinya apabila melihat bayangnya di dalam air.. semakin ia leka dengan bayang-bayangnya yang cantik itu, semakin dekat ia ke permukaan air.. lalu ia sedar bahawa keghairahannya selama ini hanyalah kepada bayang-bayangnya sendiri.. jika ia tidak cepat terbang tinggi, maka bisa saja gelombang air membasahi sayapnya jikalau ia tidak jatuh ke dalam kolam, lalu ia tidak mampu untuk terbang lagi..

“Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari azab dan siksa nerakaMu.. dan peliharalah ukhuwwah ini..” munajatku pada Al Khaliq.

* * *

Aseef endingnye ana x tersave, tapi ana cuba wat ending sedih, akhawat boleh teka kot, sumayyah tu akhirnya jadi akhawat yang sangat mantap, ukhuwwah mereka mekar, satu hari dapat surat dari kak salbiah, bbrp hari later sumayyah dapat berita yang kak salbiah dipanggil dahulu menemui Ilahi huhu.. camtulah, kalau ana jumpa the other half of the cerpen nanti ana post ye ;)

oh ye tema cerpen ni ukhuwwah n DF, aseef kalau x terconvey sebaiknya huhu

Friday, October 31, 2008

DEDIKASI: Buat adik-adik di bumi Kiwi dan Kangaroo ;)

Assalamualaikum wrh wbt

Moga catatan ini menemui akhawat dalam keadaan iman yang paling cemerlang iAllah. bagaimana tidak kerana ana pasti kebanyakan akhawat sedang bertungkus lumus menghadapi musim imtihan. iAllah mujahadah akhawat semua kita doakan pahalanya menyamai pahala jihad sekiranya kita niatkan itu semua untuk Islam yang kita cintai ini.


iAllah sebagai sedikit hiburan buat akhawat semua, ana paparkan beberapa kisah yang pernah ana sendiri lalui berkait imtihan ;). Sewaktu ana di ting 3, di sebuah sekolah di atas bukit merbah, sebelum exam PMR bermula, mak ayah dan adik2 ana datang berziarah. Seronok betul ana, yelah dapat makan rambutan dan durian dalam keserabutan nak examlah katakan. Seronok punya seronok sekali time buat paper karangan ana keluar dua tiga kali ke tandas. Sah ni sebab makan buah semalam huhu, dua2 panas ke satu sejuk satu panas ke ana pon x pasti. paper ni ana paling x confident sebab ana mengarang dalam keadaan ana x tahu pon apa yg ana tulis huhu. sampai termimpi2 dapat B :(..

kisah kedua sewaktu ana di tingkatan 5, sewaktu ni ana aim sangat2 nak amik Australian ?Matriculation Chemistry QUiz (AMCQ). tahun2 sebelum tuh dok berangan2, tengok senior2 dapat hadiah rasa nak dapat jugak. So time ana form five, memang ana aim nak terpilih hehe, siap dah doa dan buat solat hajat awal2. So lepas je exam mid sem, memang ana telek results kat board, rasa2 cam markah ana antara yang tertinggi, so agak confidentlah time tuh (perasan!). So ana pon tunggulah, bila cikgu announce list peserta dah keluar, maka kami pon gilah cek beramai2.. huhu hampanya ana bila nama ana x tersenarai. Ana balik kelas dah meleleh lah jugak air mata, dengar pulak kawan2 dok sebut, sedih huhu.. malam tu ana ingat ada sessi ceramah kat surau.. ustaz najmi x silap ana bagi ceramah waktu tuh, ana ingat sangat, ustaz cerita tentang doa dan bagaimana Allah kabulkan doa kita. Ustaz kata kalau kita tak dapat apa yang kita minta x semestinya Allah x tunaikan doa kita, mungkin nanti Allah tunaikan kat syurgaNya.. huhu waktu dengar tuh x henti2 air mata ana keluar.. terus ana keluar dan ambil wudu', ana buat solat hajat.. ana pohon pada Allah sangat2, kalaulah ada lagi peluang utk ana moga Allah beri peluang.. dan ana tidak pernah merasakan ana cukup dekat dengan Allah kecuali pada waktu ini..

dan Allah itu maha mendengar rintihan hambaNYa, Dia lebih dekat dari urat merih kepada hamba2Nya. Alhamdulillah dengan izin Allah keesokannya cikgu panggil ana, rupa2nya dalam list yang cikgu keluarkan tuh cikgu tertinggal no 5 :), dan nama yang kelima tuh adalah nama ana Alhamdulillah.. tika itu tak putus2 bibir ana mengucapkan syukur Ya Allah :). Dan hasilnya, hadiah Allah ni menguatkan semangat ana utk belajar dan akhirnya ana dan seorang lagi kawan ana score 39/40 ;). cikgu kata kalau dapat full mark org dr Australia turun bagi sijil kat kami, tapi xpelah, itu pon ana dah cukup syukur :).. (sekarang dah belajar kat australia pon hehe)

satu lagi kisah, aseef bukan nak bangga diri tau, tapi ada perkara penting yang ana nak simpulkan di akhir nanti :), so tunggu ye.. sewaktu ana nak menghadapi peperiksaan SPM, banyak dugaan yang ana hadapi. Ana kene chicken pox waktu trial exam. So ana x sempat nak ambil satu trial exam. paper sejarah cikgu suruh ana buat waktu cuti, tapi for sure ana x buat sebab adik ana ajar kat rumah xleh study hehe (sebab kitorg sume kat asrama so kire balik rumah kire nak releks lah) dan waktu tuh ana x minat sejarah. Bila cikgu minta ana x siap lagi, ana hantar keesokan harinya, dalam keadaan ana baru buat pagi tuh dan akhirnya ana score 66%. terus ana kene fire depan kelas.. sedih betul, mak ana pesan lepas tuh, jangan tipu diri sendiri, memanglah ana x suka sejarah tapi kene jugak study sebab exam dah dekat huhu..

ana sibuk juga waktu form 5, aktiviti koko sampai bulan 7, kemudian baru berhenti utk study SPM. Dalam keadaan emosi nak exam tuh, ana ingat lagi pengetua ana tulis dalam keputusan lagi satu trial yg ana sempat ambil, pengetua yakin yang ana boleh dapat straight A1.. huhu terharu ana ada juga yang positif dengan ana, ana aminkan dalam hati. dan Alhamdulillah ana antara 10 org dari sekolah ana yg berjaya dapat 10A1, Ya Allah ana x pernah sangka, cikgu2 pon terkejut. selama ni results ana average aje, xlah teruk sangat, tapi x lah jugak excellence..

Sorang kawan ana komen, kawan baik yang tahu camne ana study. dia kate, mungkin sebab ana selalu tolong orang maka Allah mudahkan exam ana. huhu entahlah mungkin juga. memang ana x sempat banyak belajar, tapi satu sikap ana, ana x pandai nak menolak jika org minta tolong jawabkan soalan atau kawan2 bertanya ttg apa yg dia tidak faham. dan bila ana reflek semula, sikap tuh banyak bantu ana, in a way ana juga dapat belajar.. wallahu'alam :)

jadi iAllah dari cerita2 ana ni, ana nak kita sama2 hayati beberapa kesimpulan:

1. untuk berjaya kita kena usaha, kene ambil fiqh sebab musabab, sesuatu itu berlaku dengan bersebab. so kejayaan tidak disebabkan oleh benda lain melainkan usaha yang bertepatan dan setimpal. maka kene study ye, kalau ada assignment kene buat dengan perancangan yang teliti, bukan buat di saat2 akhir dengan perancangan yang x seberapa. Kalau exam perlukan kepada perbincangan macam osce atau subjek medic yang susah, maka buatlah discussion, cuba wujudkan suasana bantu membantu. Walaupon kadang kala level of understanding kita berbeza2 yg boleh wujudkan suasana stressful, tapi belajarlah utk give and take, iAllah dimudahkan.

2. The power of Doa.. sangat kuat, maka makin dekat dengan hari exam, kene makin kuat hubungan dengan Allah, kene mohon dengan Allah kerana hidup kita ni Allah yang tentukan, walau kita usaha banyak mana pon, kejayaan hakiki dari Allah . mohon Allah beri kita kefahaman dalam subjek dan dalam Islam moga kita dapat berjaya dunia dan akhirat sekali :)

3. Kadang kala kita x pasti dengan sebab yang mana Allah beri kita kejayaan, mungkin Allah kira semua :), usaha kita, kebaikan yang kita buat, mujahadah kita dalam tunaikan tanggungjawab lain jugak seperti menunaikan turn memasak, basuh baju kat rumah walau pon exam kita semakin dekat. janganlah pula time nak exam kita transform jadi orang lain, x boleh akhawat nak kata sepatah terus kita melenting. yelah tgh stresslah katakan. tak baik kita menyakiti hati akhawat kita sedangkan dia pasti risau melihatkan keadaan kita yang x tentu arah tuh dan mungkin sedang cuba untuk bantu kita dengan bertanya khabar.

4. kadang kala keadaan yang stressful ni buatkan kita rasa nak menyalahkan pihak lain. salah naqeebah lah sebelum ni x bagi kita banyak waktu study, salahkan mas'ulah lah kene bawak usrah so kurang time untuk study dan macam2 lagi. mari kita sama2 reflek, kadang2 kita ni kalau kita tak disibukkan dengan tarbiyyah kita tetap sibuk dengan benda lain. betul ke kalau nak study tu memang kita study? kadang2 memang duduk depan komputer, buku terbuka tapi jari pantas klik sana klik sini. bukan ana nak kata tak perlu ada masa study cuma ana nak tegur sikit sikap suka menyalahkan tu :). kalau iye takde waktu utk study beritahu naqeebah awal2 supaya dia dapat plan. harap akhawat x berkecil hati ye, ana ingatkan diri ana sendiri juga

iAllah akhir kata dari ana Selamat menempuhi peperiksaan/imtihan buat semua akhawat di OZ, NZ atau di mana juga antunna berada. jadilah kita pedagang niat, niatkan mujahadah antunna menghadapi peperiksaan ini utk Islam juga, katalah Allah ambil nyawa kita dalam musim2 ni, moga Allah boleh consider utk kurniakan syahid juga untuk kita ;), wallahu'alam

salam sayang buat semua
minta tolong doakan ana juga ye, walau ana dah takde exam atas kertas, tapi exam utk akhirat tak habis lagi ;)

Tuesday, August 19, 2008

Jalan KITA ke JannahNya…

Ukhti habibati,

Moga ukhti senantiasa berada dalam rahmat Allah walau di mana jua ukhti berada, walau duduk, walau berbaring, walau di kalangan manusia lain mahupon tika berseorangan..

Innamal mukminu na ikhwatun.. kerana ini kita bersaudara dan berukhuwwah, hati-hati yang patuh akan Allah dan rasulNya tidak mungkin meninggalkan walau satu syariatNya.. maka ukhti dan ana sendiri mujahadah dalam melayari bahtera ukhuwwah kita bersama. Mana mungkin hati kita diikat atas pilihan kita sendiri, kerana ukhti sangat lembut orangnya atau kerana ana sendiri comel orangnya J.. Kalla! Tidak sekali-kali! Bahkan Allah lah yang mengikat hati-hati kita..

“And united their hearts; had you spent all that is in the earth, you could not have united their hearts, but Allah united them; surely He is Mighty, Wise.” (Al Anfal:8)

Moga kita sama-sama berusaha memelihara hubungan kita dengan Allah, istiqamah dengan amalan fardhu dan sunat seperti berpuasa, Qiyammulail, bertadarus Al Quran satu juzuk satu hari, mentadabbur Al Quran sekurang-kurangnya 1 ‘ain sehari, menelaah buku fikrah sekurang-kurangnya setengan jam sehari, bermuayashah dengan baik dengan setiap mad’u yang kita temui.

Moga Ukhti bersungguh-sungguh dalam menjayakan Bait Muslim ukhti nanti. Sama ingin ana mengingatkan, bahawa bait muslim itu tidak akan semena-mena menepati ciri bait muslim idaman hanya dengan bersyaratkan kedua pasangan adalah mereka yang ditarbiyyah, bahkan ianya mestilah diusahakan bersama.. melayari bahtera rumah tangga dan beribadah kepada Allah dengan sabar dan saling kuat-menguatkan, seperti satu partnership, kerana pasangan itu adalah pelengkap iman kepada yang seorang lagi. Ambillah contoh Khadijah sebaik contoh isteri dan rumahtangga Rasulullah sebaik qudwah bait muslim..

Moga ukhti mujahadah dalam mentarbiyyah ahli keluarga di sekeliling ukhti kerana mereka lah orang terdekat kita. Peliharalah kedua orang tua ukhti ketika mereka tua, dan janganlah ukhti meninggikan suara walau dengan mengatakan AH, sesungguhnya Allah sangat murka bagi mereka yang tidak tahu mengasihi ibu dan bapanya.

Didik lah mujahid dan mujahidah dakwah ukhti nanti dengan celupan Islam, moga mereka tidak bisa menjalani waktu muda mereka seperti kita yang penuh dengan kekeliruan, Islam yang bercampur-aduk. Didiklah anak-anak di sekeliling ukhti juga kerana turun naik satu bangsa itu bergantung kepada generasi mudanya. Jika telah selesai urusan rumah tangga dan anak-anak ukhti, keluarlah menjadi rajul ammah untuk mendidik anak-anak Ummah pula, kerana mereka amat memerlukan ukhti..

Teguhlah dalam menegakkan syariat Allah, walau apa jua yang menanti ukhti, penjara, APACHE, sekatan makanan dan ekonomi. Ingatlah jari yang diangkat ketika mengucapkan syahadah ini tidak sekali-kali akan tunduk kepada toghut. Infakkan lah segala jiwa, tenaga dan harta fiisabilillah kerana tanpa semua itu tidak akan menyampaikan kita kepada Ustaziyatul Alam yang kita semua dambakan, supaya Deen Allah kembali tamkin di muka bumi. Kita doakan Allah kembalikan bumi ini kepada hambanya yang bertaqwa, sebagaimana janji Allah juga, jika tidak sempat, moga Allah mengurniakan syahid dan moga Allah temukan kita di JannahNya dengan rahmatNya..

Salam wida’, andai tidak bertemu di dunia, moga Allah izinkan kita berjumpa dalam temujanji kita di JannahNya ya ukhti, doakan ana juga
Inni uhibbuki fillah

Friday, August 15, 2008

Duhai Isteri Para Duat

Duhai Isteri Para Duat

Ukhti habibati

Moga senantisa berada dalam rahmat dan kasih sayang Allah, moga redho zauj mengiringi kembalinya ukhti ke medan dakwah ini. Ana doakan moga ukhti cekal hati, moga perpisahan sementara yang Allah tentukan ini menjadi saham ukhti dan zauj menjejak syurga Allah nanti kerana ia merupakan jual beli ukhti dan zauj dengan Allah, yang mana dakwahlah yang menjadi kayu ukurnya, Allahuakbar moga ana juga dapat menjejaki langkah2 ukhti..

Doa ana moga Allah mengurniakan kesabaran dan ketabahan seperti tabahnya Hajar, tika Allah menentukan Ibrahim AS meninggalkan Hajar dan Ismail di bumi Mekah yang gersang, tanpa air, tanpa makanan, tanpa manusia, hanya Allah. Tika itu hanya pada Allah diletakkan segala pengharapan, perlindungan dan keselamatan, penerusan hayat mahupon segala-galanya. Tarbiyyah itu menguatkan jiwa seorang isteri dan ibu, kerana dari diri itu menjadi asbab timbulnya sinar akidah Allah di bumi gersang itu, dari Ismail AS seterusnya dari keturunan itu lahirnya Muhammad SAW, rasulullah kekasih hati kita. Jiwa Hajar kental, imannya dibasahi kasih sayang Allah dan suami kerana ketaatannya pada Allah.. tempatnya di syurga juga Allah beri atas ketaatannya pada Allah dan suami, walau tidak dapat bersama suami yang tercintanya selalu..

Moga ukhti setaat Hajar, taat pada Allah, rasulNya dan suami, kerana dengan itu kita bakal mengikut jejak langkah Hajar ke syurga. Moga kita saling menguatkan di kala ukhti sedih dan rindu, mohon ukhti di sisi ana juga sekiranya Allah memberi ketentuan yang sama pada ana

Inni uhibbuki fillah

Ya Rafiq Al Darb

Ya Rafq Al Darb

Ukhti habibati,

Moga sentiasa berada dalam rahmat Allah dalam apa jua keadaan, dalam suka atau duka, dalam susah atau senang, dalam sibuk atau lapang, dalam syirrah atau fatrah (nauzubillah), mohon dipanjatkan doa yang sama buat ana. Tanpa ukhti, jalan dakwah ini sunyi dari kehangatan ukhuwwah fillah, dari mujahadah yang berterusan, dari tadhiyyah ‘azizah, dari nafeesatul wafa’, dari jihad yang tinggi. Ukhtilah pembakar semangat di kala diri tenggelam dalam racun dunia yang melemaskan, ukhtilah pengatur membawa segala ketidak aturan kembali kepada matlamat yang assolah. Ukhti pemberi nasihat, di kala yang lain memilih untuk berdiam diri, Ukhti berkorban perasaan menyampaikan kebenaran walau ia pahit dan mungkin ia terpaksa mengorbankan ukhuwwah yang telah lama terbina. Namun Allah jualah yang mempertemukan hati kita, tanassuh ilaAllah itu menjadi penyubur kasih sayang kita. Telah lama kita melalui jalan ini bersama. Jika tiba detik perpisahan, hanya Allah yang maha mengetahui perasaan di jiwa. Teruskan perjuangan ya ukhti, mohon iringi ana dengan doa ukhti, moga ana tsabat di jalanNya, kerana ana tidak mampu berhadapan dengan kenyataan sekiranya di akhirat kelak ana tidak layak untuk bertemu ukhti di jannahNya..

Inni uhibbuki fillah

Zahratul Hamra' buat bakal Ibu :)

Buat Ukhti habibati,

Sekuntum Zahratul Hamra’ buat ukhti, moga ukhti sentiasa berada dalam rahmat dan kasih sayang Allah, yang memberi kemudahan kepada siapa yang dikehendakiNya dan memberi ujian kepada siapa yang jiwanya qawwi untuk menanggungnya. Moga Zahratul Hamra’ ini jadi penawar buat ukhti.. di kala ukhti letih, di kala ukhti rasa susah, di kala ukhti tidak sihat dan tidak lalu makan, renunglah Zahratul Hamra’ ini.. moga ia mengingatkan ukhti kepada kekuatan bunga2 Islam yang Allah telah janjikan syurga buat mereka..

moga Allah kurniakan ukhti ketabahan Maryam ibu Isa AS, di kala Maryam mengandungkan nabi Allah itu, dia berhadapan dengan fitnah keluarga dan orang ramai yang mempersoalkan kesuciannya, terpaksa beliau melarikan diri dan akhirnya keseorangan melahirkan Isa AS.. namun Allah tidak mensia2kan hambaNya yang merasakan Ma’iyatullah sepanjang masa, Allah wahyukan agar Maryam menggoncang pohon kurma, lalu Allah mudahkan kelahiran nabi Allah itu dari rahim Maryam..

moga Allah kurniakan ukhti kekuatan jiwa Hajar yang tunduk pada wahyu Allah yang mengkehendaki Ibrahim AS meninggalkannya bersama putera tercinta, Ismail AS. Hanya jiwa yang kental itu dapat mempertahankan si putera dari kehausan dan dari jiwa yang kental itulah lahirnya seorang nabi yang mempertahankan akidah membawa rahmat kepada manusia di kala itu..

moga Allah kurniakan ukhti kemuliaan Khadijah RA, yang mengurniakan Rasulullah SAW zuriat.. yang menjadi penyeri hidup, pendokong kuat dakwah Rasulullah SAW, sehinggakan kehilangan saidatina sangat dirasai Rasulullah SAW, dan darinya lahir puteri Fatimah RA yang amat mulia pekerti dan pengorbanannya pada agama Allah dan suami..

Moga Zahratul Hamra’ ini juga menjadi penenang hati ukhti, renunglah keindahannya, moga ia mengingatkan ukhti kepada keindahan syurga yang lebih indah, moga ganjaran syurga Allah menjadi penguat hati ukhti, walau letih, walau mual, walau sedih, walau sakit, Allah bakal ganjari keikhlasan kita mengandungkan mujahid dakwah dengan syurgaNya.. sekiranya seorang Ummi itu syahid ketika melahirkan Allah janjikannya syurga, apatah lagi seorang Ummi yang mengandungkan, melahirkan seterusnya membesarkan anak itu dan akhirnya mewakafkan anak itu ke jalan Allah, pasti syurga Allah itu lebih hampir dengannya.. moga Allah mudahkan hari-hari ukhti yang bakal mendatang, senyum selalu :)

Inni uhibbuki fillah

Monday, July 28, 2008

Atas dasar apa kita memilih?

Assalamualaikum wrh wbt

entry pertama tahun ni :). Aseef jika entry tahun lepas ttg tangga dua, entry kali ini juga ttg tangga yang sama. entah kenapa agak tertarik nak mengulas isu tangga dua, kerana yg tangga satu dah banyak diulas, walau mungkin belum semua yg terlaksana. minta maaf lah kalau tuan punya diri lagaknya seperti arif benar ttg isu ni, sedangkan diri sendiri masih belum menaiki tangga. tapi xpelah kerana penulis 'kupinang dikau dgn hamdallah' juga menulis buku tuh sebelum beliau sendiri berumah tangga.

masih di sekitar isu pilihan pasangan, pada ana neraca pilihan sangat penting. seperti kata seorang daie, ia persoalan antara syurga dan neraka. bagi yang jelas matlamat bait muslim, mujahadah dan pengorbanan perasaan agak tinggi, selalunya x kisah sangat paras rupa, asal matlamat sama, dirasakan serasi, keluarga setuju, berazam utk jayakan baitul muslim. tapi pada sesetengah ikh/akhawat, agak kompleks juga. kadang2 ada yang memilih, sedangkan kita memandang ada akhawat contohnya yg lebih stabil tarbiyyah dan amalnya, yg lebih membutuhkan perkahwinan, mungkin atas dasar usia yg terkedepan sedikit atau mmg telah lama bersedia dan menunggu.

dr pihak akhawat ana sendiri mengharapkan rijal2 yang bersedia utk menerima akhawat yg amat tinggi nilainya di sisi Allah dan dakwahNya. mungkin kurang sikit rupanya, tapi selama ana mengenali akhawat x pernah lagi ana jumpa yg buruk akhlaknya. mari kita sama-sama renungkan agaknya kecantikan itu yg akan menjadi qurratul ain atau akhlaknya? cantik itu akhirnya akan hilang dimamah usia, tp akhlak itu yang boleh bantu ikh/akhawat menempati sebuah rumah di syurga yg tertinggi.. besarkan bezanya? apa lagi yg ditunggu2kan agaknya..

ana amat memahami persoalan jodoh di tangan Allah, tapi perlu diperbetulkan niat masing2, atas dasar apa kita memilih, jika dasar fizikal mengatasi dakwah, x mungkin suatu hari nnt dasar itu yg akan menghinakan kita.. tapi jika atas dasar dakwah, segala dasar fizikal, faktor usia, faktor negeri, masing2 akan jadi sekecil zarah, kerana kita lebih mengejar kesempurnaan iman yg secara teorinya dapat bantu kita utk lebih cemerlang dalam dakwah.

dalam soal membuat keputusan, jgn terlalu cepat menolak, ana sendiri ambil masa hampir 3 bulan utk buat keputusan. istisyarahkan dgn mereka yg thiqah, istikharahkan sebulat perasaan, pohon moga Allah tentukan yg terbaik utk dakwah, bukan hanya utk hati kita sahaja, tekadkan niat atas dasar apa kita memilih sebenarnya.. proses ini sangat penting, kerana siapa yg dipilih menentukan bagaimana rijal2 pewaris di masa hadapan.. tepuk dada tanyalah iman

wallahu'alam

Tuesday, December 04, 2007

Maratib Amal Tangga Dua

"..dan wanita2 yang baik adalah untuk laki2 yang baik, dan laki2 yang baik adalah untuk wanita2 yang baik pula.." (AnNur:26)

Alhamdulillah, cuti kali ini penuh dengan walimah, moga Allah memberkati pasangan bait2 muslim itu nanti. Ana juga sibuk, bila memikirkan anak2 yang perlu difikirkan masa depan mereka. Sayang nak dilepaskan anak2 yang telah terbentuk fikrahnya, yang telah ditarbiyyah selama 3/4 tahun. Anak2 ini tinggi zatiyah dan kefahamannya, walau kurang dr segi rupa dan mungkin telah lanjut usia nya. Namun ana yakin Allah itu maha adil, tidak pernah Dia melupakan hakNya pada hamba-hambaNya, lebih2 lagi kepada hamba-hambaNya yang taat. Moga lebih ramai mujahid2 yang bisa mengutamakan ketinggian taqwa dan kesempurnaan akhirat yg hakiki ke atas keindahan dunia yg sementara (ciri2 yg diutamakan pada bakal pasangannya). Semoga mereka yg telah bisa mujahadah dgn ini akan lebih mudah untuk melakukan jihad2 yang lebih besar, wallahu'alam..

Hadis Rasulullah SAW seumpamanya berbunyi..
"Wanita itu dinikahi kerana 4 perkara, hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, nescaya kamu akan berbahagia"

Tuesday, November 06, 2007

Big at Heart

"..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui," (Al Baqarah: 216)
Ya akhawati,
Dalam perjalananmu menuju kedewasaan ini, berusahalah untuk memupuk hati dan perasaan sejajar dengan kedewasaanmu. Jadilah seorang muslimah yang tidak mudah gugah emosinya walau fitrah kaum hawa itu disulami segala bentuk perasaan. Moga keimanan mu membentuk perasaan mu yang sentiasa dihalusi kasih dan sayang, hati yang berinteraksi dengan hati-hati di sekelilingmu.. (moga kita lebih sensitif ya ;).. Ya Allah penuhkanlah piala hati2 kami dengan ma'rifatMU, agar tidak kami isinya dengan perkara2 yang tidak selayaknya..
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati-hatimu, lalu menjadilah kamu kerana ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk," (Ali 'Imran: 103)

Wednesday, October 31, 2007

Ketika Diuji

"(iaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. INGATLAH, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik," (Ar Ra'd: 28-29)
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan, "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji lagi?" (Al 'Ankabut: 2)

Dalam menjalani kehidupan sebagai 'abidullah, Allah telah menetapkan syarat untuk mendapatkan keimanan tidak lain melainkan dgn seseorang itu diuji. Wallahu'alam tiada siapa yang mengetahui hikmah janji Allah itu, namun tiada siapa dapat menyangkal, bagi mereka yang dapat menghadapi ujian itu dengan baik mahu pon dengan penuh keperitan, Allah menjanjikan tarbiyyah yang berharga di sebalik setiap ujian tersebut. Di waktu duka, ingatlah yang Allah juga berjanji,

"Fainna ma'al 'usri yusro, inna ma'al 'usri yusro,"
"Kerana sesungguhnya sedudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan," (Al Insyiroh: 5-6)

iAllah, mungkin Allah hanya minta kita untuk bersabar sedikit sahaja lagi, dan ingatlah, mohonlah pertolongan dariNya dengan sabar dan solat kerana hanya dariNya kita memperoleh kekuatan hakiki, dan dariNya lah segala-galaNya, hati kita, hati akhawat, hati mad'u, hati parents di tanganNya.. tiada yang lebih layak utk kita mohon pertolongan selainNya

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'," (Al Baqarah: 45)

***

Ana teringat sewaktu ana berziarah ke rumah seorang akhawat, anaknya merengek berkehendakkan sesuatu. Nasihat akhawat itu kpd anak itu amat simple, tapi ana rasa sangat tinggi nilai tarbiyyahnya. "Sabar anakku, jika sabar kamu akan dapat apa yang kamu mahu," Kata-kata ini buat ana terkesima. Kerana ianya nasihat kepada si anak kecil yang ana x pasti ia mengerti atau tidak. Tapi itulah sebahagian dari tarbiyatul aulad ana jangka. Mengajar anak sedari kecil dengan akhlak Islami yang berpandukan Al Quran dan As Sunnah.

Pada hari itu, bukan setakat anak itu, bahkan ana sendiri telah belajar sesuatu tentang sabar. Kata-kata itu buat ana berfikir. Mungkin inilah dia apa yang Allah katakan, "Fasobrun Jameel," SAbar itu indah. Jika apa yang kita mahu itu baik untuk kita, dengan bersabar, Allah akan kurniakannya, mendapat sesuatu yang diingini setelah puas menanti pastinya terasa kemanisan. Dan sekiranya apa yang kita mahu itu tidak baik untuk kita, dengan sabar, dengan berlalunya waktu, mungkin Allah akan akan mendorongkan hati kita kepada sesuatu yang lebih baik/afdhal atau pon mengelakkan kita dari sebarang mudhorat ;). Wallahu'alam

Saturday, October 20, 2007

Mujahadah

Semalam QC terakhir dgn AF.. sedih pula, lepas ni kami akan sama2 mujahadah menghadapi imtihan dan menyudahkan modul sebelum bercuti.. benarlah hadis Rasulullah, " sekiranya seorang itu memperoleh kefahaman Islam melalui kamu, maka ia lebih baik dr seisi dunia," .. Mereka menjadi sumber kebahagiaan ana.. walau ada jatuh naik nya semangat mereka dalam istiqamah dengan Islam.. kelakar betul, ana rasa ana cepat kecewa bila ana nampak mereka belum syumul dan sempurna dalam memenuhi tuntuan syara', especially dari segi akhlaknya.. kerana ia somehow menggambarkan ana gagal membentuk fikrah dan iman mereka dengan baik huhu.. tapi ana bersyukur dengan perasaan tersebut, kerana ia membuatkan ana memuhasabah mujahadah ana dlm menjaga hubungan ana dgn Allah, mahupon mujahadah dlm pentarbiyyahan diri ana sendiri.. wallahu'alam

bersyukur sentiasa ada akhawat yg memberi teguran, dorongan dan tunjuk ajar
jazakunullah hu khoir :)

Saturday, August 04, 2007

menghormati wanita

salah seorang anak murid ana, membukakan pintu untuk ana. anak murid lelaki, sebangsa dan seagama dengan ana. ana memberi isyarat menyuruhnya keluar dahulu. tapi dia insist supaya ana yang keluar dahulu, sambil dia memegangkan pintu.

senario yg baru ana lalui ini adalah satu senario yang common dalam budaya masyarakat kini. mendahulukan wanita ketika keluar, ketika menaiki kenderaan awam dan sebagainya. gentleman gitu, bak kata orang muda. ana berterima kasih atas hormat yang ditunjukkan oleh anak murid ana tadi khususnya, dan masyarakat umum amnya.

tapi jauh di sudut hati ana, ana bangga dengan apa yang diajarkan oleh Islam ttg hormat kpd kaum wanita. secara nalurinya, gentleman pada ana adalah apabila seorang lelaki itu menundukkan pandangan nya, tidak menegur ana bila berselisih melainkan bila ada keperluan, menggunakan perantaraan bila berkomunikasi, dan menegur kesalahan kaum hawa dengan penuh hikmah. Indahnya Islam bila setiap yang ditentukanNya, bila dilaksanakan melahirkan kebahgiaan di jiwa.. alhamdulillah, Allahu Akbar!

kembali lagi..?

dah berapa kali kembali dah ni, hehe.. alhamdulillah Allah izinkan ana untuk menulis semula. kelakar pulak bila tengok entry2 lama tuh, citernye x siap2. iAllah, rasa nak menulis tuh datang semula, moga jadi wadah yg membawa manfaat utk semua, iAllah.

Monday, May 29, 2006

Kembali..

alhamdulillah.. kini aku telah kembali ingin menulis.. setelah berhenti seketika.. henti yg bukan bermakna henti yg abadi.. tetapi hanya mengambil sekelumit masa utk duduk sejenak n beriman.. henti seketika untuk mengenal kembali hakikat penciptaan diri.. memperbetulkan niat, seterusnya ingin bergerak atas landasan yg suci ini.. moga ALlah mengizinkan untuk terus ku memelihara kesucian ini, n jika belum telus suci, moga Allah menunjukkan ku jalan itu.. inshaAllah..

Monday, June 21, 2004

tangan ku pantas bergerak di atas keyboard. menunggu kiranya ada khabar dari sahabat-sahabat yang lain. pasti masing-masing sedang berbahagia di samping keluarga tercinta. maklum sahajalah, sekian lama di perantauan mengajar aku erti rindu. itulah hakikat kita sebagai manusia, bila sesuatu ada pada kita, jarang disyukuri. bila ia tiada, baru terasa kehilangan. moga aku lebih menghargai nikmat kebahagiaan bersama keluarga, semoga Allah memberkati keluarga kami.

11 (inbox)
wah, hatiku girang.

Sunday, June 13, 2004

ayah tenang di ruang tamu. sehelai demi sehelai bidang surat khabar itu diselaknya. entah apa pula berita hari ini. semalam rakyat negara ini digemparkan kisah seorang budak perempuan dirogol, baru sepuluh tahun usianya. tragis sungguh. manusia kini bertopengkan binatang. entah apa yang difikirnya, mungkin juga bahana najis yang disedutnya, najis dadah. mulanya memakan diri sendiri, lambat laun orang sekeliling juga menjadi mangsa. astaghfirullah. hidup sudah kegersangan nilai. nilai islami juga turut diperlekeh, sedangkan itu lah cara hidup. cara hidup yang selamat, bila Allah yang mengajarkannya. tapi manusia hari ini buta, buta hati. tak mampu atau saja buat-buat tak nampak pada kebenaran. sesungguhnya yang hak itu tetap hak, yang batil itu tetap batil, yang halal itu tetap halal, yang haram itu tetap haram. tiada yang di perantaraan. cuma kekadang manusia ini sengaja mencari-cari alasan membolehkan yang tidak untuk kepentingan sendiri.

seperti kisah Al Quran mengenai kaum bani israel di sebuah perkampungan di tepi laut (al-a'raaf:163). kaum bani israel telah meminta pada Allah satu hari kelepasan umum, iaitu cuti dr bekerja untuk beribadah kepada Allah. lalu Allah berikan hari sabtu. namun Allah ingin duga kaum ini. kaum yg ingin membawa kalimah Allah mesti teguh melawan al hawa. lebih-lebih lagi mereka baru pulih dari rasa rendah diri ditindas firaun laknatullah. lalu Allah timbulkan ikan2 di laut pada hari sabtu, tidak pada hari lain. maka bergoncanglah iman masing2. ternyata ada yang tewas. dalam memenuhi tuntutan al hawa, lahir tipu helah. ikan-ikan itu dikepung dengan sekatan-sekatan. kemudian pada hari ahad mereka menangkap ikan-ikan itu, sedangkan mereka mengatakan mereka tidak melanggar perintah Allah. bijak, bijak dalam kelemasan nafsu. di edit dari tafsir fil zilalil Quran terjemahan Sayd Qutb

maka ketahuilah Allah itu maha mengetahui apa yang terbaik untuk makhlukNya.

Saturday, June 12, 2004

aku tersenyum sendirian. terima kasih ya ukhti kerana mengajar aku teknik jahitan ni. berguna juga tatkala ini.

"ishh kamu ni, setakat nak keluar rumah aje, tak payah lah pakai tudung tu.. bukan ade orang nak tengok pon,"
"ala, tak apalah maa, kan ade kenduri kat belakang tu.. ade aje orang lalu-lalang nanti," ujar ku sambil beredar dari penglihatan ibuku.

tangan ku mencapai pili dan hos air. kuseret ke halaman, melepasi batang pohon kelapa.
subhanallah, cantik sungguh bunga-bunga kertas ini. ibu minat sungguh pada bunga-bunga.
bakat seni ibu dicurahkan pada bunga dan lanskap. kelmarin baru saja dibeli pagar kecil, kata ibu nak menghias sudut kecil di beranda kami. kupicit muncung hos dan ku pancutkan ke arah pasu-pasu. ah, matahari dah menampakkan dirinya. dari titisan-titisan air di udara, ku lihat terbias warna-warna di lingkungan separuh bulat, subhanallah, pembiasan cahaya pada titis air menghasilkan pelangi kecil. ku kira tak cukup tujuh lagi warnanya, mungkin ada, cuma tak terzahir di mata ku.

sekali sekala ku menoleh ke jalan raya. sibuk. mungkin ingin menuju ke tempat kerja. mungkin ada yang ke kebun, atau mungkin ada yang ke kedai membeli roti canai. ah, bagaimana aku nanti bila sudah bekerja? bila sudah ada keluarga? sibukkah aku nanti? aku tersenyum lagi, sudah mula memikirkan masa depan.

"akak, tolong belikan maa sayur bila pakcik mail datang nanti,duitnya di dapur"
"ok, nak beli sayur apa?"
"belilah kangkung atau kancang panjang,"
"berapa kilo?"
"hmm, agak-agak saja,"

aduh, aku lemah sungguh bab agak-mengagak ni. maklumlah, bukan selalu pergi beli sayur. itupon nasib baik aku kenal yang mana kangkung dan yang mana bayam. kusegerakan ke dapur dan ke luar rumah. masih cuba mengingat-ingat warna van sayur pakcik mail. sudah ada van baru kah? dulu aku mentertawakan van pakcik mail, dah terlalu usang. tapi dah banyak berjasa. mungkin itu yang mnyebabkan pakcik mail tak ingin bertukar yang baru. dari jauh ibu menjeling.


Friday, June 11, 2004

"pergilah bagi pakcik tu satu pemegang kunci tu, selalu die hantar poskad kamu ke rumah,"
"segan la maa, angah, tolong.." balasku segan. angah menyambut pemegang kunci kanggaroo dari tanganku. laju saja kakinya melangkah ke pintu pagar takut terlepas pakcik posmen tu.
"ishh, itu pon nak segan," tegur maa.

"adik, nampak gunting tak?"
"akak nak buat ape?"
"akak nak jahit tudung ni sikit"
"oo, akak tolong jahitkan tudung sekolah saye boleh?" pinta aishah
"boleh, senang je tuh," balasku sambil tersenyum. lama sungguh aku tak menatap wajah manis aishah, satu-satunye adik perempuan ku.
"tudung yang lain tak mahu dijahit?"
"takpelah kak, jahit tudung sekolah je dulu,terima kasih ye, ni yang sayang lagi kat akak ni"
"amboi, sayang mase nak mintak tolong aje," kucubit pipinye yg merah, aishah lari mengelakku sambil ketawa terkekek.

aku capai jarum dan benang. Biar warna benang yang terang sedikit. lebih cantik bila warnanya timbul dari warna latar tudung. ku belek-belek tudung di dalam laci almari, banyak tapi banyak juge yang jarang dan tak cukup besar. tapi alhamdulillah, masih ade yang boleh ku pakai.